Bertha Uly Dju
Selasa, 29 Oktober 2013
Rabu, 23 Oktober 2013
“KOMUNIKASI & PENGAMBILAN KEPUTUSAN KELOMPOK”
A. KOMUNIKASI
DEFINISI KOMUNIKASI
Komunikasi adalah pertukaran informasi antara pengirim dan penerima, dan kesimpulan (presepsi) makna antara individu-individu yang terlibat.
JENIS-JENIS KOMUNIKASI
KOMUNIKASI YANG EFEKTIF
Ada empat gaya pengambilan keputusan, yaitu:
Jika sekelompok orang dalam suatu organisasi menghadapi suatu situasi problematic yang tidak terlalu rumit, dan dapat diidentifikasikan secara spesifik mereka mengadakan diskusi dimana setiap orang yang terlibat diharapkan turut serta memberikan pandangannya. Pada akhir diskusi berbagai pandangan yang dikemukakan dirangkum, sehingga kelompok mencapai suatu kesepakatan tentang cara-cara yang hendak ditempuh dalam mengatasi situasi problematic yang dihadapi. Penting diperhatikan dalam teknik ini yaitu:
Seorang diantara anggota kelompok peserta bertindak selaku pimpinan diskusi. Diantara para peserta ada seorang ahli dalam teori ilmiah pengambilan keputusan. Apakah ahli itu anggota organisasi atau tidak, tidak dipersoalkan. Pimpinan mengajak para peserta untuk mempelajari suatu situasi problematik secara menyeluruh. Kemudian masing-masing anggota kelompok mengetengahkan daya pikir kreatifnya tentang cara yang dipandang tepat untuk ditempuh. Selanjutnya pimpinan diskusi memilih hasil-hasil pemikiran tertentu yang dipandang bermanfaat dalam pemecahan masalah. Dan tenaga ahli menilai melakukan penilaian atas berbagai gagasan emosional dan tidak rasional yang telah disaring oleh pimpinan diskusi serta kemudian menggabungkannya dengan salah satu teori ilmiah pengambilan keputusan dan tindakan pelaksanaan yang diambil.
Umumnya digunakan untuk mengambil keputusan meramal masa depan yang diperhitungkan akan dihadapi organisasi. Teknik ini sangat sesuai untuk kelompok pengambil keputusan yang tidak berada di satu tempat.
Pengambil keputusan menysun serangkaian pertanyaan yang berkaitan dengan suatu situasi peramalan dan menyampaikannya kepada sekelompok ahli. Para ahli tersebut ditugaskan untuk meramalkan, apakah suatu peristiwa dapat atau mungkin terjadi atau tidak. Jawaban dari anggota kelompok tadi dikumpulkan dan masing-masing anggota ahli mempelajari ramalan yang dibuat oleh masing-masing rekannya yang tidak pernah ditemuinya. Pada kesempatan berikutnya, rangkaian pertanyaan yang sama dikembalikan kepada para anggota kelompok dengan melampirkan jawaban yang telah diberikan oleh para anggota kelompok pada putaran pertama serta hal-hal yang dipandang sudah merupakan kesepakatan kelompok. Apabila pendapat seseorang ahli berbeda maka memberikan penjelasannya secara tertulis. Tiap-tiap jawaban diberikan kode tertentu sehingga tidak diketahui siapa yang memberikan jawaban. Jawaban tersebut di atas dilakukan dengan beberapa putaran. Pengedaran daftar pertanyaan dan analisa oleh beberapa ahli dihentikan apabila telah diperoleh bahan tentang ramalan kemungkinan terjadi sesuatu peristiwa di masa depan.
Sekelompok pengambil keputusan duduk pada suatu lingkaran, dan di tengah lingkaran ditaruh sebuah kursi. Seseorang duduk di kursi tersebut hanya dialah yang boleh bicara untuk mengemukakan pendapat ide dan gagasan tentang suatu permasalahan. Para anggota lain mengajukan pertanyaan, pandangan dan pendapat. Apabila pandangan orang yang duduk di tengah tersebut telah dipahami oleh semua anggota kelompok dia meninggalkan kursi dan digantikan oleh orang yang lain untuk kesempatan yang sama. Setelah itu semua pandangan didiskusikan sampai ditemukan cara yang dipandang paling tepat.
Dua pihak yang mempunyai pandangan berbeda bahkan bertolak belakang atas suatu masalah duduk di satu meja dengan saling menghadap. Masing-masing pihak datang dengan satu daftar keinginan atau tuntutan dengan didukung oleh berbagai data, informasi dan alasan-alasan yang diperhitungkan dapat memperkuat posisinya dalam proses tawar-menawar yang terjadi. Jika pada akhirnya ditemukan bahwa dukungan data dan informasi serta alasan-alasan yang dikemukakan oleh kedua belah pihak mempunyai persamaan, maka tidak terlalu sukar untuk mencapai kesepakatan. Tetapi sebaliknya, pertemuan berakhir tanpa hasil yang kemudian sering diikuti dengan timbulnya masalah yang lebih besar.
Kesimpulan :
Komunikasi dalam pengambilan keputusan antar anggota dalam suatu organisasi sangat penting agar tercapainya tujuan tertentu.
DEFINISI KOMUNIKASI
Komunikasi adalah pertukaran informasi antara pengirim dan penerima, dan kesimpulan (presepsi) makna antara individu-individu yang terlibat.
Komunikasi bisa tercapai bila ada
komponen-komponen tertentu. Komponen tersebut harus ada untuk mencapai suatu
mekanisme sistem komunikasi.
Ada komponen-komponen dalam komunikasi antara
lain :
1)Pengirim adalah seseorang yang
mempunyai kebutuhan atau informasi serta mempunyai kepentingan
mengkomunikasikan kepada orang lain.
2)
Pengkodean adalah pengirim mengkodekan
informasi yang akan disampaikan ke dalam symbol atau isyarat.
3)
Pesan, pesan dapat dalam
segala bentuk biasanya dapat dirasakan atau dimengerti satu atau lebih dari
indra penerima.
4)
Saluran adalah cara mentrasmisikan pesan, misal kertas untuk
surat, udara untuk kata-kata yang diucapkan.
5)
Penerima adalah orang yang
menafsirkan pesan penerima, jika pesan tidak disampaikan kepada penerima maka
komunikasi tidak akan terjadi.
6)
Penafsiran kode adalah proses dimana penerima
menafsirkan pesan dan menterjemahkan menjadi informasi yang berarti baginya.
Jika semakin tepat penafsiran penerima terhadap pesan yang dimaksudkan oleh
penerima, Maka semakin efektif komunikasi yang terjadi.
7)
Umpan balik adalah pembalikan
dari proses komunikasi dimana reaksi kominikasi pengirim dinyatakan.
JENIS-JENIS KOMUNIKASI
Didalam organisasi sangat membutuhkan komunikasi. Adapun jenis- jenis komunikasi dalam organisasai antara lain :
1.
Komunikasi formal vs
informal
Komunikasi informal
adalah komunikasi yang terjadi diluar dan tidak tergantung pada herarki
wewenang. Komunikasi informal ini timbul karena adanya berbagai maksud, yaitu :
- Pemuasan kebutuhan
manusiawi,
- Perlawanan terhadap
pengaruh yang monoton dan membosankan,
- Keinginan untuk
mempengaruhi perilaku orang lain,
- Sumber informasi
hubungan pekerjaan.
2.
Komunikasi ke bawah
vs komunikasi ke atas vs komunikasi lateral
Komunikasi kebawah
mengalir dari peringkat atas ke bawah dalam herarki. Komunikasi ke atas adalah
berita yang mengalir darin peringkat bawah ke atas atas suatu organisasi.
Komunikasi lateral adalah sejajar antara mereka yang berada tingkat satu
wewenang.
3.
Komunikasi satu arah dan dua arah
Komunikasi satu arah,
pengirim berita berkomunikasi tanpa meminta umpan balik, sedangkan komunikasi
dua arah adalah penerima dapat dan memberi umpan balik.
KOMUNIKASI YANG EFEKTIF
Komunikasi efektif
yaitu komunikasi yang mampu menghasilkan perubahan sikap pada orang lain yang
bisa terlihat dalam proses komunikasi.
Tujuan dari Komunikasi Efektif sebenarnya adalah memberikan kemudahan dalam memahami pesan yang disampaikan antara pemberi informasi dan penerima informasi sehingga bahasa yang digunakan oleh pemberi informsi lebih jelas dan lengkap, serta dapat dimengerti dan dipahami dengan baik oleh penerima informasi, atau komunikan.
Tujuan dari Komunikasi Efektif sebenarnya adalah memberikan kemudahan dalam memahami pesan yang disampaikan antara pemberi informasi dan penerima informasi sehingga bahasa yang digunakan oleh pemberi informsi lebih jelas dan lengkap, serta dapat dimengerti dan dipahami dengan baik oleh penerima informasi, atau komunikan.
Komunikasi dapat dikatakan
efektif apa bila komunikasi yang dilakukan dimana :
1. Pesan dapat diterima dan
dimengerti serta dipahami sebagaimana yang dimaksud oleh pengirimnya.
2. Pesan yang disampaikan oleh
pengirim dapat disetujui oleh penerima dan ditindaklanjuti dengan perbuatan
yang diminati oleh pengirim.
3. Tidak ada hambatan yang
berarti untuk melakukan apa yang seharusnya dilakukan untuk menindaklanjuti
pesan yang dikirim.
B. PENGAMBILAN KEPUTUSAN KELOMPOK
Pengambilan keputusan
kelompok/ organisasi berdasar pada pengambilan keputusan secara individu
anggota kelompok. Pengambilan keputusan merupakan suatu cara pemilihan diantara
banyak dari berbagai alternatif yang ada.
Model-model
Pengambilan Keputusan antara
lain :
1)
Rasional, model
perilaku manusia berdasarkan keyakinan bahwa orang-orang, organisasi, dan
bangsa menjalankan kalkulasi pemaksimalan nilai, yang secara mendasar
konsisten.
Pengambialan keputusan yang rasional merukan proses yang
kompleks. Tahapan rasional pengambilan keputusan :
a. Mengenal permasalahan.
b. Definisikan tujuan.
c. Kumpulkan data yang relevan.
d. Identifikasi alternative yang memungkinkan .
e. Seleksi kriteria untuk
pertimbangan alternative terbaik.
f. Modelkan hubungan antara
kriteria, data, dan alternative.
g. Prediksi hasil dari semua alternative.
h. Pilih alternative terbaik.
2)
Organisasional,model-model pengambilan keputusan yang memperhitungkan
karakteristik politik dan structural dari organisasi.
3)
Birokrasi, apapun yang dilakukan organisasi adalah hasil dari
rutinitas dan proses bisnis yang terasah oleh penggunaan aktif selama
bertahun-tahun.
4)
Keputusan
klasik, berpandangan bahwa manager bertindak dalam kepastian. Merupakan
model yang sangat rasional untuk pembuatan keputusan manajerial.
5)
Keputusan administrasi, menurut Herbert Simon, manager dalam pengambilan
keputusan menghadapi 3 kondisi:
a. Informasi tidak sempurna, dan tidak
lengkap.
b. Rasionalitas yang terbatas.
c. Cepat puas .
Keuntungan dan Kerugian dari Metode Pengambilan
Keputusan:
1. Keuntungan-keuntungan penggunaan kelompok keputusan
Penggunaan kelompok keputusan mempunyai tiga manfaat bagi
manajer :
a. Kelompok mungkin membuat
keputusan yang lebih baik daripada individu termasuk manajer.
b. Kelompok mungkin lebih
efektif dalam pelaksanaan keputusan apabila anggota-anggotanya berpartisipasi
dalam pembuatan keputusan.
c. Partisipasi dalam proses
keputusan merupakan teknik yang bermanfaat untuk latihan dan
pengembangan bawahan.
Dalam keseluruhannya, kelompok sering lebih banyak
pengalaman yang relevan dengan permasalahan yang mau dipecahkan. Di
samping itu kelompok dapat membuat keputusan yang lebih baik karena kelompok
membuat lebih sedikit kesalahan dalam menggunakan informasi daripada individu.
2. KERUGIAN-KERUGIAN PENGGUNAAN KELOMPOK KEPUTUSAN
Penggunaan kelompok keputusan oleh seorang manajer dalam
proses pembuatan keputusan mempunyai empat macam kerugian :
a. Kelompok cenderung
memakan banyak waktu (personal time)
daripada pembuatan keputusan oleh perseorangan.
b. Kelompok
kadang-kadang membuat keputusan yang tidak searah dengan tujuan-tujuan unit
organisasi yang lebih tinggi.
c. Anggota-anggota
organisasi mungkin berkesimpulan bahwa mereka akan diikutsertakan dalam semua keputusan. Mereka mungkin menolak
keputusan-keputusan selanjutnya yang mungkin pantas tetapi secara sepihak
dibuat oleh pejabat organisasi di tingkat yang lebih tinggi.
d. Ketidakpastian di antara
anggota-anggota kelompok dapat menyebabkan kelompok tersebut tidak mau membuat
keputusan sehingga menunda penyelesaian masalah dan dapat menimbulkan perasaan
tidak enak terhadap sesama anggota.
Dinamika
pengambilan keputusan
Gaya pengambilan keputusanAda empat gaya pengambilan keputusan, yaitu:
- Gaya mengarahkan. Orang yang menggunakan gaya ini memiliki toleransi rendah terhadap ambiguitas dan bersikap rasional dalam cara berpikirnya. Mereka itu efisien dan logis. Jenis mengarahkan membuat keputusan secara cepat dan memusatkan perhatian pada jangka pendek. Kecepatan dan efisiensi mereka dalam membuat keputusan sering mengakibatkan mereka mengambil keputusan dengan informasi minimum dan dengan menilai sedikit alternative saja.
- Gaya analitis. Pembuat keputusan gaya ini mempunyai jauh lebih banyak toleransi terhadap ambiguitas daripada jenis mengarahkan. Mereka menginginkan lebih banyak informasi sebelum mengambil keputusan dan merenungkan lebih banyak alternative daripada pengambil keputusan yang bergaya mengarahkan. Para pengambil keputusan analitis paling baik di cirikan sebagai pengambil keputusan yang hati – hati dengan kemampuan untuk beradaptasi atau menghadapi situasi – situasi yang unik.
- Gaya konseptual. Individu – individu dengan gaya konseptual cenderung amat luas pandangan mereka dan akan melihat banyak alternative. Mereka memusatkan perhatian jangka panjang dan sangat baik dalam menemukan pemecahan kreatif atas sejumlah masalah.
- Gaya perilaku. Para pengambil keputusan gaya ini sangat baik dalam bekerjasama dengan orang lain. Mereka menaruh perhatian pada prestasi anak buah dan sangat suka menerima saran dari orang lain. Seringkali mereka menggunakan rapat untuk berkomunikasi meskipun mereka berusaha menghindari konflik. Penerimaaan oleh orang lain itu penting bagi para pengambil keputusan yang bergaya perilaku.
Macam-macam Teknik Pengambilan Keputusan
Teknik pengambilan keputusan
adalah suatu penerapan ilmu dan teknologi untuk mengambil suatu keputusan dari
sebuah pilihan atau masalah yang dihadapi. Untuk membuat lebih terstruktur
proses-proses pengambilan keputusan, para pakar mengeluarkan metode-metode yang
membuat pengambilan keputusan dapat dilakukan secara sistematis dan terarah
agar tujuan yang diinginkan tercapai.
Teknik-Teknik
Pengambilan Keputusan yang dikemukakan oleh pakar, Siagian, S.P, antara lain :
1. Brainstorming
Jika sekelompok orang dalam suatu organisasi menghadapi suatu situasi problematic yang tidak terlalu rumit, dan dapat diidentifikasikan secara spesifik mereka mengadakan diskusi dimana setiap orang yang terlibat diharapkan turut serta memberikan pandangannya. Pada akhir diskusi berbagai pandangan yang dikemukakan dirangkum, sehingga kelompok mencapai suatu kesepakatan tentang cara-cara yang hendak ditempuh dalam mengatasi situasi problematic yang dihadapi. Penting diperhatikan dalam teknik ini yaitu:
Ø Gagasan yang aneh dan
tidak masuk akal sekalipun dicatat secara teliti.
Ø Mengemukakan sebanyak
mungkin pendapat dan gagasan karena kuantitas pandanganlah yang lebih
diutamakan meskipun aspek kualitas tidak diabaikan.
Ø Pemimpin diskusi
diharapkan tidak melakukan penilaian atas sesuatu pendapat atau gagasan yang
dilontarkan, dan peserta lain diharapkan tidak menilai pendapat atau gagasan
anggota kelompok lainnya.
Ø Para peserta diharapkan dapat memberikan
sanggahan pendapat atau gagasan yang telah dikemukakan oleh orang lain.
Ø Semua pendapat atau
gagasan yang dikemukakan kemudian dibahas hingga kelompok tiba pada suatu
sintesis pendapat yang kemudian dituangkan dalam bentuk keputusan.
2. Synetics
Seorang diantara anggota kelompok peserta bertindak selaku pimpinan diskusi. Diantara para peserta ada seorang ahli dalam teori ilmiah pengambilan keputusan. Apakah ahli itu anggota organisasi atau tidak, tidak dipersoalkan. Pimpinan mengajak para peserta untuk mempelajari suatu situasi problematik secara menyeluruh. Kemudian masing-masing anggota kelompok mengetengahkan daya pikir kreatifnya tentang cara yang dipandang tepat untuk ditempuh. Selanjutnya pimpinan diskusi memilih hasil-hasil pemikiran tertentu yang dipandang bermanfaat dalam pemecahan masalah. Dan tenaga ahli menilai melakukan penilaian atas berbagai gagasan emosional dan tidak rasional yang telah disaring oleh pimpinan diskusi serta kemudian menggabungkannya dengan salah satu teori ilmiah pengambilan keputusan dan tindakan pelaksanaan yang diambil.
3. Consensus Thinking
Orang-orang yang terlibat dalam
pemecahan masalah harus sepakat tentang hakikat, batasan dan dampak suatu
situasi problematik yang dihadapi, sepakat pula tentang teknik dan model yang
hendak digunakan untuk mengatasinya. Teknik ini efektif bila beberapa orang
memiliki pengetahuan yang sejenis tentang permasalahan yang dihadapi dan
tentang teknik pemecahan yang seyogyanya digunakan. Orang-orang diharapkan
mengikuti suatu prosedur yang telah ditentukan sebelumnya. Kelompok biasanya
melakukan uji coba terhadap langkah yang hendak ditempuh pada skala yang lebih
kecil dari situasi problematik yang sebenarnya.
4. Delphi
Umumnya digunakan untuk mengambil keputusan meramal masa depan yang diperhitungkan akan dihadapi organisasi. Teknik ini sangat sesuai untuk kelompok pengambil keputusan yang tidak berada di satu tempat.
Pengambil keputusan menysun serangkaian pertanyaan yang berkaitan dengan suatu situasi peramalan dan menyampaikannya kepada sekelompok ahli. Para ahli tersebut ditugaskan untuk meramalkan, apakah suatu peristiwa dapat atau mungkin terjadi atau tidak. Jawaban dari anggota kelompok tadi dikumpulkan dan masing-masing anggota ahli mempelajari ramalan yang dibuat oleh masing-masing rekannya yang tidak pernah ditemuinya. Pada kesempatan berikutnya, rangkaian pertanyaan yang sama dikembalikan kepada para anggota kelompok dengan melampirkan jawaban yang telah diberikan oleh para anggota kelompok pada putaran pertama serta hal-hal yang dipandang sudah merupakan kesepakatan kelompok. Apabila pendapat seseorang ahli berbeda maka memberikan penjelasannya secara tertulis. Tiap-tiap jawaban diberikan kode tertentu sehingga tidak diketahui siapa yang memberikan jawaban. Jawaban tersebut di atas dilakukan dengan beberapa putaran. Pengedaran daftar pertanyaan dan analisa oleh beberapa ahli dihentikan apabila telah diperoleh bahan tentang ramalan kemungkinan terjadi sesuatu peristiwa di masa depan.
5. Fish bowling
Sekelompok pengambil keputusan duduk pada suatu lingkaran, dan di tengah lingkaran ditaruh sebuah kursi. Seseorang duduk di kursi tersebut hanya dialah yang boleh bicara untuk mengemukakan pendapat ide dan gagasan tentang suatu permasalahan. Para anggota lain mengajukan pertanyaan, pandangan dan pendapat. Apabila pandangan orang yang duduk di tengah tersebut telah dipahami oleh semua anggota kelompok dia meninggalkan kursi dan digantikan oleh orang yang lain untuk kesempatan yang sama. Setelah itu semua pandangan didiskusikan sampai ditemukan cara yang dipandang paling tepat.
6. Didactic interaction
Digunakan untuk suatu
situasi yang memerlukan jawaban “ya” atau “tidak”. Dibentuk dua kelompok,
dengan satu kelompok mengemukakan pendapat yang bermuara pada jawaban “ya” dan
kelompok lainnya pada jawaban “tidak”. Semua ide yang dikemukakan baik pro
maupun kontra dicatat dengan teliti. Kemudian kedua kelompok bertemu dan mendiskusikan
hasil catatan yang telah dibuat. Pada tahap berikutnya terjadi pertukaran
tempat. Kelompok yang tadinya mengemukakan pandangan pro beralih memainkan
peranan dengan pandangan kontra.
7. Collective Bargaining
Dua pihak yang mempunyai pandangan berbeda bahkan bertolak belakang atas suatu masalah duduk di satu meja dengan saling menghadap. Masing-masing pihak datang dengan satu daftar keinginan atau tuntutan dengan didukung oleh berbagai data, informasi dan alasan-alasan yang diperhitungkan dapat memperkuat posisinya dalam proses tawar-menawar yang terjadi. Jika pada akhirnya ditemukan bahwa dukungan data dan informasi serta alasan-alasan yang dikemukakan oleh kedua belah pihak mempunyai persamaan, maka tidak terlalu sukar untuk mencapai kesepakatan. Tetapi sebaliknya, pertemuan berakhir tanpa hasil yang kemudian sering diikuti dengan timbulnya masalah yang lebih besar.
Komunikasi dalam pengambilan keputusan antar anggota dalam suatu organisasi sangat penting agar tercapainya tujuan tertentu.
Kamis, 17 Oktober 2013
Jumat, 11 Oktober 2013
Kamis, 10 Oktober 2013
Selasa, 03 September 2013
Masalalu adalah kenangan dan masa depan adalah harapan..
Kehilangan orang yang saya kasihi merupakan hal yang berat bagi saya.
Meskipun saya harus kehilangannya, tapi saya percaya bahwa rencana Tuhan itu indah.
Mungkin.. kalau saja dia tidak pergi untuk selamanya , saya tidak bisa seperti sekarang ini.
Menikmati anugerah yang Tuhan buat dalam kehidupan saya, sungguh membuat saya begitu bersyukur memiliki-Nya yang tidak pernah meninggalkan saya.
Terima kasih Tuhan Yesus, sahabat saya terkasih, juga orang2 yang memberikan motivasi untuk saya dapat bangkit dari kesedihan saya.
Langganan:
Postingan (Atom)

